Awal Pagi itu
Ssshhh………., suara hujan telah terdengar ditelinga para pelajar SMAN 2 Binjai khususnya di ruangan kelas XI IA 1. Suasana yang dingin, angin yang berhembus kencang hingga membuat para pelajar kehilangan konsentrasi belajar dan membuat pikiran entah kemana. Kekuatan air memukul keras dari atas hingga membuat para pelajar mengantuk. Akibatnya suasana belajar tidak lagi kondusif, proses pemasukan ilmu dalam belajar kurang dapat diserap, dan suasana belajar jadi tidak interaktif lagi.
Suasana belajar tidak lagi kondusif, itu menjadi hal yang membuat kegiatan PBM ( Proses Belajar Mengajar ) tidak tercapai lagi. Antar pelajar sama – sama resah dikarenakan mata yang tidak dapat terangkat lagi. Sebagian pelajar ada yang menggerakkan kakinya kekanan atau kekiri, dan sebagian lagi ada yang menghentakkan kakinya ke lantai dengan sesuka mereka.
Apalagi pada saat hujan, proses pemasukan ilmu dalam belajar kurang dapat diserap oleh pelajar, akibatnya ketika ditanyakan tentang apa yang telah disampaikan oleh guru, para pelajar hanya dapat tersenyum dan dapat mengatakan kata " lupa ". Sehingga ilmu yang disampaikan oleh guru hanya seperempat dari keseluruhan yang terserap, bahkan tidak terserap sama sekali.
Hujan juga membuat suasana belajar jadi tidak interaktif lagi hingga tujuan belajar kurikulum yang seharusnya ada tanya jawab telah tidak tercapai, akibatnya pada saat guru mengajukan pertanyaan siswa tidak ada yang mau bertanya dikarenakan mengantuk berat. Dan kegiatan belajar KTSP pun telah nihil dengan begitu saja.
Hal ini mengungkapkan bahwa belajar dalam keadaan hujan apapun, baik itu hujan rintik maupun hujan badai dipastikan kegiatan PBM tidak akan tercapai lagi. Mungkin solusi yang terbaik ialah para pelajar seharusnya tidak monoton dengan sebuah teori aja, seharusnya pada kondisi hujan suasana belajar ada kegiatan prakteknya yang mencakup 60% belajar dari keseluruhan.






0 komentar:
Posting Komentar